KONSEP JAMINAN PADA ASURANSI SYARI’AH
Kata jaminan berasal dari akar kata jamin. Dalam bentuk kata kerja aktif, menjamin, ia punya tiga makna, yaitu: 1) menanggung (keselamatan, ketulenan, kebenaran dari orang, barang, harta benda dsb). 2) berjanji akan memenuhi kewajiban (membayar utang dsb). 3) menyediakan kebutuhan hidup.[1] Setelah mendapat akhiran -an, jaminan, maka ia juga memberikan tiga makna, seperti dapat ditemui dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,[2] yaitu: 1) tanggungan atas pinjaman yang diberikan. Dalam hal ini ia merupakan sinonim dari kata agunan. 2) biaya yang ditanggung oleh penjual atas kerusakan barang yang dibeli oleh pembeli untuk jangka waktu tertentu. Dalam makna ini, kata jaminan merupakan sinonim dari kata garansi. 3) janji seseorang untuk menanggung utang atau kewajiban pihak lain, apabila utang atau kewajiban tersebut tidak dipenuhi. Makna yang terakhir ini lebih sering dipakai dalam bidang ekonomi. Untuk konteks asuransi, makna yang lebih mendekati dari tiga makna jaminan di atas adalah makna yang terakhir ini.
Read more...